Facility Management Pasca-Pandemi: Mengubah Fluktuasi Hybrid Work Menjadi Keunggulan Kompetitif
Seiring berjalannya waktu pasca-pandemi, industri pengelolaan gedung komersial di Indonesia memasuki titik balik yang mendasar. Penerapan model hybrid work mengubah cara gedung digunakan, dengan tingkat occupancy yang dapat berfluktuasi hingga 50%. Kondisi ini memaksa pengelola untuk meninggalkan pendekatan lama yang bertumpu pada rutinitas semata (FutureCIO, 2023).
Kini, keberhasilan pengelolaan gedung tidak lagi diukur dari konsistensi aktivitas harian, melainkan dari kemampuan beradaptasi terhadap perilaku tenant yang semakin dinamis.
Fokus Baru: Mengelola Kondisi dan Dinamika Ruang
Selama bertahun-tahun, Facility Management (FM) sering kali dipahami sebatas layanan kebersihan atau perbaikan teknis. Namun, perubahan pola kerja pasca-pandemi membuat pendekatan tersebut tidak lagi memadai. Ketika kehadiran karyawan di gedung menjadi semakin dinamis, FM dituntut untuk melampaui pengelolaan fisik semata dan berfokus pada pengelolaan kondisi operasional secara menyeluruh.
“FM tidak hanya berbicara soal aktivitas pembersihan atau inspeksi. Yang dikelola adalah kondisi fasilitas secara berkelanjutan mulai dari kebersihan, keselamatan, hingga stabilitas operasional agar tetap selaras dengan realitas hybrid work dan fluktuasi okupansi. Tantangannya adalah menjaga kualitas fasilitas tetap konsisten, meskipun pola penggunaan gedung terus berubah.” – Hideyuki Hayashi, Commercial Director AEON Delight Indonesia
Pergeseran ini melahirkan standar baru dalam operasional gedung:
- Transparansi Sanitasi: Tenant kini menuntut laporan real-time dan sistem monitoring digital sebagai jaminan keamanan kesehatan (OCS, 2025).
- Wellness Building: Pemanfaatan cahaya alami dan area hijau bukan lagi pelengkap estetika, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan retensi tenant melalui kesehatan mental penghuninya (Medical Wellness Indonesia, 2025).
- Teknologi Touchless: Implementasi IoT dan sensor otomatis menjadi solusi untuk menjaga efisiensi di tengah trafik yang fluktuatif (Ng, 2025).
Mendesain Ketahanan Operasional Jangka Panjang
Konsistensi kualitas layanan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan gedung. Pergantian personel maupun perubahan manajemen kerap berdampak langsung pada stabilitas operasional. Tanpa sistem yang dirancang dengan baik, kualitas layanan sangat bergantung pada individu, bukan pada struktur.
“Optimalisasi FM bukan hanya soal efisiensi biaya jangka pendek, melainkan tentang bagaimana sistem dirancang untuk bertahan. Investasi pada pelatihan dan standarisasi memungkinkan kualitas tetap terjaga, sekalipun personel berganti. Pendekatan inilah yang menjaga keberlanjutan operasional dan daya saing fasilitas ke depan.” – Hideyuki Hayashi, Commercial Director AEON Delight Indonesia
Masa Depan Facility Management Indonesia
Pasar FM di Indonesia diproyeksikan tumbuh pesat hingga $7.43 miliar pada 2032, dengan CAGR 9% didorong digitalisasi dan adaptasi hybrid work (Market Research Future, 2025). Pertumbuhan ini akan didominasi oleh pelaku industri yang mampu mengintegrasikan digitalisasi dengan kontrak yang fleksibel. Pada akhirnya, transformasi FM bukan sekadar soal efisiensi biaya jangka pendek, melainkan tentang menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, produktif bagi tenant yang kini jauh lebih kritis dan efisiensi biaya dalam jangka Panjang.
Setiap gedung memiliki karakter dan tantangan yang berbeda. AEON Delight Indonesia siap berdiskusi untuk memahami kebutuhan fasilitas Anda dan merancang pendekatan FM yang adaptif serta relevan dengan kondisi operasional saat ini.
Artikel Lainnya
Indonesia FM Industry Outlook 2026