Waste Management Best Practices: From Awareness to Action on National Waste Day
Jakarta, 18 Februari 2026 – Setiap peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) menjadi momentum penting untuk mengingatkan kita semua bahwa isu sampah bukanlah hanya sekedar persoalan lingkungan akan tetapi juga persoalan sistem, perilaku, dan tata kelola operasional.
Seiring pertumbuhan kawasan perkotaan dan aktivitas ekonomi, kompleksitas jenis dan volume sampah semakin meningkat mulai dari sampah organik, anorganik, limbah B3, hingga limbah elektronik. Tantangan hari ini bukan lagi hanya mengumpulkan sampah, melainkan bagaimana mengelolanya secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Bagi sektor properti, komersial, transportasi publik, dan industri, pengelolaan sampah telah menjadi bagian dari komitmen ESG serta indikator profesionalisme pengelolaan fasilitas.
Beyond Disposal: What Best Practices Really Mean
Praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan sampah mencakup beberapa aspek utama:
- Waste Segregation at Source
Pemilahan organik, anorganik, dan limbah khusus di titik awal merupakan langkah paling krusial untuk mengurangi beban TPA dan meningkatkan potensi daur ulang.
- Data-Driven Monitoring
Pendataan volume, jenis, dan jalur pengelolaan sampah memungkinkan organisasi menetapkan target pengurangan dan melakukan evaluasi kinerja secara terukur.
- Vendor and Recycling Partnerships
Kemitraan dengan vendor tersertifikasi memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan sekaligus mendukung ekonomi sirkular.
- Staff Awareness and Behavioral Change
Sistem yang baik tidak akan berjalan tanpa kesadaran pengguna. Sosialisasi dan pembinaan rutin menjadi kunci keberhasilan implementasi.
- Risk and Safety Management
Penanganan sampah yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan risiko operasional, kesehatan, hingga pencemaran lingkungan. Standar operasional yang disiplin menjadi fondasi mitigasi risiko.
Sustainability Dialogue with National Leaders
Sejalan dengan momentum Hari Peduli Sampah Nasional, AEON Delight Indonesia turut berpartisipasi dalam Nature: Nusantara Sustainability Trend Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Nusantara TV, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam isu keberlanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, AEON Delight Indonesia mendapat kehormatan untuk hadir dan berdialog bersama:
- Bapak Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI
- Bapak Rohmat Marzuki, S. Hut., Wakil Menteri Kehutanan RI
- Bapak Welfizon Yuza, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta)
Diskusi menekankan bahwa pengelolaan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan operator layanan publik untuk mendorong implementasi nyata di lapangan.
Fasilitas komersial, gedung perkantoran, pusat transportasi, hingga ruang publik merupakan ekosistem operasional yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pengelolaan sampah perkotaan. Di sinilah peran pengelolaan fasilitas (facility management) menjadi strategis menerjemahkan arah kebijakan menjadi sistem operasional yang konsisten.
Komitmen terhadap pengelolaan sampah yang bertanggung jawab juga diwujudkan melalui partisipasi AEON Delight Indonesia dalam kegiatan Spogomi. Program ini bertujuan untuk mendorong kepedulian lingkungan melalui aksi nyata pengumpulan dan pemilahan sampah secara kolaboratif dan menyehatkan dengan cara lari sambil memungut sampah, sekaligus membangun budaya disiplin dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.
Setelah pelaksanaan pada tahun sebelumnya, AEON Delight Indonesia juga berencana kembali menyelenggarakan kegiatan Spogomi pada tahun ini sebagai bagian dari agenda keberlanjutan perusahaan. Melalui pelaksanaan yang berkelanjutan, perusahaan berharap dapat terus meningkatkan kesadaran, partisipasi aktif karyawan, serta kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
The Role of Integrated Facility Management
Pengelolaan sampah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari kerangka Integrated Facility Management (IFM) yang komprehensif.
Melalui standar operasional terstruktur, sistem pelaporan yang terdigitalisasi, serta pengawasan operasional di lapangan, praktik terbaik pengelolaan sampah dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Pendekatan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi, antara lain:
- Efisiensi biaya pembuangan
- Pengurangan risiko operasional
- Peningkatan reputasi perusahaan
- Penguatan posisi ESG dan nilai aset properti
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan, kinerja lingkungan kini menjadi bagian dari parameter penilaian nilai sebuah aset dan kredibilitas perusahaan.
Turning Commitment into Daily Practice
Hari Peduli Sampah Nasional bukan hanya simbol kesadaran, melainkan ajakan untuk konsistensi tindakan.
Keberlanjutan tidak dibangun melalui kampanye semata, tetapi melalui disiplin operasional harian, transparansi data, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Karena pada akhirnya, masa depan kota dan lingkungan kita ditentukan oleh bagaimana kita mengelola apa yang kita hasilkan hari ini.
Artikel Lainnya
The Japanese Way of Working: Reliability Through HoRenSo